Pelatihan Tematik Peternakan di Kabupaten Bone

2017-10-02  01:01:20

Kementerian Pertanian melakukan Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) dan telah berhasil mendorong terwujudnya swasembada berkelanjutan untuk komoditas Padi dan Jagung. Di Tahun 2017 ini, Kementerian Pertanian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) telah mengalokasikan kegiatan dan anggaran salah satunya adalah Peternakan yaitu sinkronisasi akseptor Inseminasi Buatan atau peningkatan kinerja Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab).

Dalam melaksanakan pengawalan kegiatan APBN-P 2017, BPPSDMP melibatkan berbagai komponen pelaksana yaitu UPT lingkup BPPSDMP, petugas Dinas terkait, Widyaiswara, dan Dosen STPP maupun Dosen Perguruan Tinggi Mitra. Adapun sebagai pelaksana pendampingan ke Petani/Poktan, BPPSDMP melibatkan Penyuluh Pertanian, PetugasTeknis, Fungsional RIHP, Mahasiswa, Alumni, P4S, dan PemudaTani.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang - NTT menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peternakan dan Perkebunan Bagi Aparatur serta Pelatihan Tematik Peternakan Bagi Non Aparatur Dalam Rangka Mendukung Program SIWAB Kegiatan APBN-P 2017.

Pelatihan Tematik di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan di 5 (Lima) tempat yaitu di BPP Taneteriattang Timur, BPP Tellu Satingnge, BPP Libureng, BPP Bengo, BPP Mere Kab. Bone Prov. Sulawesi Selatan Selama 3 (tiga) hari dari tanggal 27-29 September 2017 dengan Peserta kurang lebih 150.

 

Model pembelajaran yang digunakan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan berdasarkan kesesuaian materi yang dibutuhkan peserta dan bersifat tematik.

Dalam diklat ini materi yang disampaikan berisi Isu Tematik yaitu Program Siwab yang meliputi standar pelayanan IB, gangguan reporduksi, sinkornisasi birahi, kelayakan akseptor IB, pakan, pencatatan reproduksi, teknik pendampingan, dan rencana implementasi.

Hasil yang diharapkan dari diklat ini adalah terlatihnya insemintor, penyuluh, peternak yang nantinya dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap sumber daya manusia pertanian. Seiring dengan peningkatan target produksi dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

(M. Abdul Aziz)